//
you're reading...
Music

Viki Sianipar.. another Music Genius from Indonesia!

Kenal Viky Sianipar lewat Toba Dream I tahun 2002. Setelah itu saya mulai terbiasa dengan lagu Batak, termasuk saat Viky beberapa kali mengisi acara Indosiar. Eksplorasi Viky telah membawa musik Batak dari ranah tradisional menuju domain new age, rock, jazz, techno, bahkan progressive. Toba Dream I misalnya yang sarat progresi nada keren atau Toba Dream III yang banyak merambah area Jazz.

Jika trilogy Toba Dream  terbatas lagu Batak, album ini berisi 11 lagu daerah Jawa dan Sumatera. Hampir kesemua instrumen eletrik dimainkan putera pemilik MSA Cargo ini. Di tiap lagu, Viky ditemani additional musician untuk mendukung eksplorasinya, baik pada vokal, perkusi, serta biola dan akordion.

Layaknya Yanni, Viky sangat terbuka terhadap semua alat musik serta siapa yang harus menjadi leader di sebuah lagu. Ini sering terlihat saat live di mana Viky cengegesan manakala musisi lainnya sibuk ‘bersolo karier’. Kedewasaan inilah yang justru membuat album-album Viky terasa kaya, termasuk album uni. Dari sebelas trek yang ada, berikut sedikit gambaran saya.

Es Lilin ft Ani Sukmawati. Dua menit pertama kental bebunyian kendang dan suling Sunda. Namun dua menit berikutnya, Viky justru dominan memakai drum sampling serta keyboards sehingga terasa lebih modern. Hanya vokal dan fill in suling yang masih menunjukkan akar kedaerahannya.

Sing Sing So ft Lea Simanjuntak. Atmosfer magis begitu terasa saat menit pertama dipenuhi lantunan chanting dan suling batak. Tapi sesudah itu, Viky merubah lagu ini menjadi komposisi rock dengan distorsi gitar dan dentuman drum. Chanting tetap dipertahankan sebagai instrumen vokal. Sedang Lea hanya bernyanyi jelas saat refrain.

Ngarep Gestung Api Bas Lau ft Tio Fanta. Rintihan vokalis di sepanjang lagu akan menjerumuskan Anda pada lamunan tentang pengorbanan cinta. Sebuah kepiluan yang sepertinya ia lantunkan saat menyayatkan silet ke hulu nadi. Fill in keyboard semakin memperkuat nuansa kelam lagu ini. Bagian intronya juga sangat catchy.

Gondrang ft Kiki Dunung. Sebagai seorang multi-instrumentalis, Viky tidak mempunyai batasan instrumen apa yang harus dominan di musiknya. Ini terlihat jelas di intrumental berbasis perkusi ini. Dua perkusionis tamu, yakni Kiki dan Catur justru lebih menonjol dengan gamelan khas Banyuwangi. Viky sendiri khusuk membuat batasan drum dan bass yang kalau diperhatikan amat berperan bagi harmonisasi lagu.

Dara Muluk ft Sujiwo Tejo. Diawali oleh teriakan khas Sujiwo Tejo yang ditimpali denting piano, lagu ini selanjutnya manawarkan orkestrasi megah. Tapi paling menarik adalah pemilihan lagu karena Dara Muluk bukan lagu populer bahkan bagi seorang Jawa. Kenyataannya, lagu ini begitu dahsyat, terlebih saat masuk ke dalam lirik. Sebuah filosofi Ki Narto Sabdo yang interprestasinya bisa menelanjangi banyak bagian hidup kita.

Mardalan Ahu ft Korem Sihombing. Piano, suling batak, dan ratapan orang yang gagal di rantau. Lagu ini terlalu sayang untuk dibahas. Dengarkan dan menangislah.

Horas Banyuwangi ft Kiki Dunung. Intrumental berbasis perkusi yang disempurnakan Viky dengan suling batak, gitar, dan orkestrasi. Memadukan musik Banyuwangi (yang mirip musik Bali) dan musik Batak adalah terobosan terbesar di sini. Bagaimana di sela Saron, Bonang, dan Terbang, menyeruak suling Batak. Belum lagi sayatan gitar yang sangat ngerock.

Bubuy Bulan ft Deasy Puspitasari. Formula lama bagi penggemar Viky. Musik daerah berbalut sampling drum & bass, tapi sekali lagi ini soal pilihan lagu. Bubuy Bulan yang kita akrabi sejak SD ini terasa beda dengan komposisi modern. Andai orkestrasi tipis di di belakang vokalis mendapat porsi lebih, saya yakin lagu ini akan menjadi lebih menarik.

Journey to Deli ft Tengku Ryo Rizqan. Dari keseluruhan lagu, komposisi ini paling ceria. Dengan dominasi biola dan akordion ala musik-musik Melayu, seolah Siti Nurhaliza muda menari-nari di tengah lingkaran. Kesabaran Viky memberi aksen orkestrasi berhasil membuat soul lagu ini bebas mengembara.

Suara Suling ft Sujiwo Tejo. “Gambang suling kumandang suarane. Tulat- tulit kepenak unine…” Itulah sebaris syair yang selalu saya nyanyikan dengan nada yang itu-itu saja sampai akhirnya mendengar improvisasi nada Sujiwo Tejo di sini. Sebuah interprestasi Viky pada Genesis yang ditorehkan dalam drama dua babak Jawa-Eropa. Backing vokal adalah colongan Viky lainnya karena yang akan terdengar justru nuansa Sunda.

Indonesia Pusaka ft Rebecca Leuwol. Inilah Al Fatihah-nya Indonesian Beauty. Satu lagu yang merangkum keseluruhan makna. Sebuah perpaduan musik Batak, Sunda, Jawa, Melayu, dan Mentawai. Tidak ada yang dominan, tidak ada yang tertinggal.

About chairuzzaman

“a very optimist grown young man with a sense of natural honesty and built-in confidence, always madly seeking for friends and good opportunities in socializing to nature”

Discussion

2 Responses to “Viki Sianipar.. another Music Genius from Indonesia!”

  1. bung, cara anda menerangkan dengan singkat tentang isi lagu Mardalan Ahu, benar-benar tepat!

    :terharu:

    Posted by nich | March 18, 2010, 1:54 am

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: Musik sebagai sebuah Bahasa Universal - Nich bukan nik atau nih - March 18, 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.